Posted by: Albi Samjaya | May 9, 2012

Resensi – Lemony Snicket’s A Series of Unfortunate Events


Lemony Snicket’s A Series of Unfortunate Events adalah sebuah film yang disutradarai oleh Brad Silberling yang dirilis pada tanggal 17 Desember 2004, film ini berdasarkan pada tiga novel pertama buku A Series of Unfortunate Events The Bad Beginning, Reptile Room, dan Wide Window yang ditulis oleh Lemony Snicket, anonim dari penulis sebenarnya Daniel Handler.

Ringkasan Cerita

Violet Baudelaire si sulung adalah seorang penemu, ia dapat membuat alat-alat untuk hampir segala macam tujuan, Klaus anak kedua dan merupakan satu-satunya anak laki-laki dan ia adalah seorang kutu buku yang biasa menghabiskan hari-harinya membaca buku di perpustakaan rumahnya, dan Sunny yang merupakan anak bungsu yang masih bayi dan memiliki gigi yang kuat, Sunny memiliki hobi yang lain daripada anak umumnya ia sangat suka menggigit barang-barang yang keras seperti meja ataupun pin scrabble. Mereka menjadi yatim piatu setelah orang tua mereka tewas karena kebakaran misterius. Mr. Poe sebagai pengurus harta warisan keluarga mereka mengantar mereka kepada kerabat terdekat yaitu Count Olaf, yang sebenarnya menginginkan warisan keluarga Baudelaire. Saat tinggal dengan Olaf anak-anak tersebut diperlakukan seperti pembantu, bukan layaknya sebagai anak asuhan. Anak-anak itu melakukan tugas-tugas seperti mencuci piring yang jumlahnya ratusan, menggosok lantai, dan sebagainya dilain pihak Olaf hanya menghabiskan sebagian besar waktunya di “Menara” yang amat ia larang anak-anak itu mendatanginya. Untuk mempercepat mendapatkan harta warisan mereka Olaf pun mencoba membunuh mereka dengan memarkir mobil berisi anak-anak itu di rel kereta api, namun dengan pengetahuan klaus, ketajaman gigi Sunny, dan penemuan kreatif Violet, mereka lolos. Anak-anak itu diambil dari Olaf setelah Mr.Poe salah paham memergoki Olaf yang disangka melakukan kesalahan pola asuh dengan membiarkan anak-anak mengemudi.

Poe kemudian mengantar mereka untuk hidup dengan Dr. Montgomery Montgomery, seorang ahli reptil. Mereka berencana berlibur bersama ke Peru sebelumnya sampai Dr.Montgomery tewas dibunuh Olaf yang menyamar sebagai Stephano, seorang ahli reptil terkenal, dan berkata bahwa Dr. Montgomery telah dibunuh ular temuannya incredibly deadly viper. Namun, Sunny membuktikan bahwa Olaf berbohong dengan riangnya bercanda dengan incredibly deadly viper. Olaf pun berhasil kabur.

Anak-anak kemudian diantar untuk tinggal bersama Bibi Josephine di Danau Lachrymose. Dia memiliki ketakutan irasional seperti takut akan kompor, kulkas, radiator, kenop pintu, dan yang paling irasional dia takut akan makelar rumah. Bibi Josephine juga adalah seorang janda yang suaminya meninggal dimakan lintah pembunuh di danau Lachrymose, selain itu bibi josephine adalah orang yang sangat mempermasalahkan grammar, dimana ia sangat tidak suka susunan kalimat yang berantakan dan tidak sesuai grammar. Saat anak-anak Baudelaire dan Bibi Josephine pergi ke pasar Olaf muncul lagi menyamar sebagai Captain Sham dan memikat Josephine dengan mengatakan bahwa grammar adalah hal terpenting dalam hidupnya. Kemudian, Josephine dan Olaf pergi kerumah Josephine untuk makan malam. Anak-anak Baudelaire ditinggal di pasar untuk berbelanja. Sesampainya di rumah Bibi Josephine mereka mendapat surat dengan tata bahasa yang kacau dari Bibi Josephine yang ternyata adalah kode rahasia tempat Bibi Josephine bersembunyi yaitu Curdled Cave.

Mereka menyusul Bibi Josephine ke Curdled Cave. Saat mereka membawa Bibi Josephine kembali ke rumahnya mereka diserang oleh lintah pembunuh dan dengan putus asa mencari pertolongan, datanglah pertolongan yang tidak diharapkan, yaitu pertolongan dari Olaf. Olaf berpura-pura manis di depan Josephine, kemudian Bibi Josephine mengacaukannya ketika ia membenarkan perkataan Olaf yang salah, Olaf kemudian membunuhnya dengan cara menjatuhkannya ke Danau Lachrymose yang penuh dengan lintah pembunuh. Saat itupun datanglah Mr.Poe mengira Olaf telah menyelamatkan anak-anak dari lintah pembunuh, dan kemudian memberikan kembali hak asuh pada Olaf.

Menyadari bahwa jika ingin mendapat warisan Baudelaire harus memiliki hubungan darah dengan keluarga Baudelaire, Olaf menggelar sandiwara pernikahan dengan Violet, yang sebenarnya adalah pernikahan asli. Violet yang sadar menolak, namun Olaf telah mengurung Sunny dalam sebuah kandang yang digantung tinggi, dan mengancam akan menjatuhkannya ke tanah bila Violet menolak. Sandiwara pun dimulai dan semua orang tidak mengetahui skenario Olaf selain anak buah Olaf dan tentu saja anak-anak tersebut. Dengan memberanikan diri Klaus pun memanjat menara untuk menyelamatkan Sunny, tak disangka dalam menara itu terdapat rahasia penyebab kebakaran yang membuat mereka menjadi yatim piatu, yaitu sebuah kaca yang memfokuskan cahaya untuk menghasilkan api. Ketika Olaf menyelesaikan skenarionya dengan bangga ia mendeklarasikan kemenangannya dan kabodohan orang-orang disekitarnya. Namun pada saat itu Klaus menggunakan kaca itu untuk membakar sertifikat pernikahan mereka. Meninggalkan Olaf yang kebingungan karena ia telah memberitahukan semua rahasianya kepada para penonton termasuk Mr.Poe.

Novel
Novel A Series of Unfortunate Events sendiri adalah sebuah novel yang memiliki 13 seri yang berkelanjutan, dimana dikisahkan pengejaran Olaf terhadap anak-anak Baudelaire untuk mendapatkan harta warisannya, selain itu pada novel dikisahkan lebih lengkap dimana melibatkan organisasi rahasia V.F.D yang merupakan organisasi rahasia yang mendunia dan memiliki kode-kode yang digunakan untuk berkomunikasi, selain itu mereka juga bertemu dengan anak-anak Quagmire yang memiliki nasib yang sama seperti mereka. Novel ini terdiri dari dari 13 seri yaitu, The Bad Beginning, The Reptile Room, The Wide Window, The Miserable Mill, The Austere Academy, The Ersatz Elevator, The Ville Village, The Hostile Hospital, The Carnivorous Carnival, The Slippery Slope, The Grimm Grotto, The Penultimate Peril, dan The End.

Buku ini menceritakan tentang petualangan Violet, Klaus, dan Sunny Baudelaire setelah orang tua mereka terbunuh karena kebakaran. Di buku The Bad Beginning (Mula Malapetaka) setelah kebakaran tersebut mereka tinggal di rumah Pak Poe, teman orang tua mereka dan juga orang yang bertanggung jawab atas nasib ketiga bersaudara ini dan harta yang ditinggalkan orang tua mereka. Setelah tinggal di rumah Pak Poe untuk sementara mereka dibawa ke pengasuh mereka yang baru, Count Olaf yang masih mempunyai hubungan saudara dengan orang tua mereka. Ketiga bersaudara ini akhirnya mengetahui bahwa Count Olaf hanya menginginkan harta Baudelaire yang baru dapat dikeluarkan setelah Violet, anak tertua, berumur 18 tahun. Di tujuh buku pertama, Olaf yang selalu menggunakan penyamaran yang berbeda, mengikuti ketiga bersaudara ini kemanapun mereka pergi agar dapat berada di dekat ketiga bersaudara ini dan mendapatkan kesempatan untuk mencuri harta Baudelaire. Dari buku ke-8 sampai dengan buku ke-12, ketiga bersaudara Baudelairelah yang menyamarkan diri mereka setelah Count Olaf, yang saat itu menyamar sebagai Detektif Dupin, menuduh ketiga bersaudara ini membunuh Count Omar (sebenarnya Jacques Snicket). Ketiga Baudelaire ini selalu mencoba untuk mendapatkan bantuan dari Pak Poe, tetapi lama-kelamaan menganggap bahwa Pak Poe tidak dapat memberikan banyak bantuan karena sibuk dengan pekerjaannya. Pak Poe seringkali lupa dengan keberadaan Count Olaf atau tidak sadar bahwa Olaf sedang menyamar. Ia juga berpikir bahwa ketiga Baudelaire selalu berbohong dan membuat-buat suatu kejadian.

Setiap orang dari ketiga bersaudara tersebut memiliki keahlian masing-masing yang sering membantu mereka untuk memecahkan masalah. Violet Baudelaire adalah seorang penemu yang bisa membuat alat-alat yang membantu dari bahan-bahan sederhana. Klaus adalah seorang kutu buku yang selalu menemukan hal-hal penting dari hasil risetnya. Sementara Sunny memiliki gigi yang sangat tajam yang bisa menggigit hampir seluruh benda menjadi dua. Di buku-buku selanjutnya, Sunny memperlihatkan kemampuannya dalam memasak, yang menjadi keahlian utamanya setelah ia tumbuh besar dan setelah giginya akhirnya kembali tumbuh sesuai ukuran normal. Sunny seringkali memakai kosakata yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain tetapi dapat dimengerti oleh kedua kakaknya.

Buku ini dipenuhi dengan twist atau suatu posisi dimana saat pembaca mengharapkan sustu keadaan yang melegakan malah terjadi yang sebaliknya. Dengan genre misterius buku ini dianjurkan untuk mereka yang menyukai cerita-cerita tentang organisasi rahasia, kode-kode untuk berkomunikasi, serta kejadian-kejadian yang penuh kejutan.

Video Game
Berdasarkan film tersebut pula dibuat game Lemony Snicket’s Series of Unfortunate Events yang diperuntukkan untuk PS2.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Lemony_Snicket%27s_A_Series_of_Unfortunate_Events

Devoted to the Vast Friendship Dudes, the world is silent here.


Responses

  1. Wow . . . . Novel.nya langka. di tko buku gk adašŸ˜¦ pngen liat film yg seri selanjutnya. penasaran… #UNFORTUNATE_EVENT


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: