Posted by: Albi Samjaya | September 29, 2013

Komunikasi ;dan Teori Kepemimpinan

Komunikasi

Friends Talking over Coffee

Komunikasi adalah satu faktor yang esensial dalam kehidupan manusia, dari sejak manusia diciptakan hingga sekarang komunikasi menjadi faktor yang penting dalam kelangsungan hidup manusia. Salah satu contoh komunikasi yang manusia sangat bergantung padanya adalah komunikasi verbal, bayangkan tanpa komunikasi verbal bagaimana anda bisa mengobrol dengan teman anda, bagaimana anda bisa menelpon kerabat anda, atau bagaimana anda bisa melakukan tawar menawar dalam proses niaga, mungkin kegiatan tersebut dapat anda lakukan dengan komunikasi non-verbal, bisa dengan tulisan ataupun gerak tubuh, tapi bayangkan waktu yang akan terbuang dan kemungkinan “salah tangkap” dari kawan komunikasi anda. Sebelum berpikir lebih jauh tentang komunikasi mari kita pelajari definisi dari komunikasi itu sendiri.

Komunikasi menurut KBBI adalah sebagai berikut, (1) pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yg dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak; (2) perhubungan

Komunikasi atau communicaton berasal dari bahasa Latin communis yang berarti ‘sama’, Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama (make to common), Sedangkan manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman (Mulyana,2007)

Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:

– Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.

– Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.

– Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.

– Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain

– Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.

– Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan (“Protokol”)

Faktor yang mempengaruhi komunikasi diantaranya (Rochmawati,2009) :

Latar belakang budaya,  Interpretasi suatu pesan akan terbentuk dari pola pikir seseorang melalui kebiasaannya, sehingga semakin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan maka komunikasi semakin efektif

– Ikatan kelompok atau grup, Nilai-nilai yang dianut oleh suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati pesan.

– Harapan, Harapan mempengaruhi penerimaan pesan sehingga dapat menerima pesan sesuai dengan yang diharapkan.

– Pendidikan, Semakin tinggi pendidikan akan semakin kompleks sudut pandang dalam menyikapi isi pesan yang disampaikan.

– Situasi, Perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan/situasi.

Dimensi Komunikasi

translation

1.      Komunikasi sebagai proses

Jika komunikasi dipandang sebagai proses, komunikasi yang dimaksud adalah suatu kegiatan yang berlangsung secara dinamis. Sesuatu yang didefinisikan sebagai proses berarti unsur-unsur yang ada didalamnya bergerak aktif dinamis dan tidak tetap. Proses tersebut yaitu dimulai dari pengirim pesan mengirimkan informasi kepada penerima dan penerima menerima informasi yang dikirimkan oleh si pengirim, jika si penerima tidak menerima informasi yang diberikan pengirim maka dapat dikatakan proses telah rusak dan tidak terjadi komunikasi.

2.      Komunikasi sebagai simbolik

Simbol dapat dinyatakan dalam bentuk bahasa lisan atau tertulis (Verbal) maupun melalui isyarat – isyarat tertentu (non- Verbal). Simbol disini berarti sebuah tanda atau lambang hasil kreasi manusia atau bisa dikatakan sebuah tanda hasil kreasi manusia yang dapat menunjukkan kualitas budaya manusia dalam berkomunikasi dengan sesamanya. Dalam pernyataan “kualitas budaya manusia dalam berkomunikasi dengan sesamanya” dapat ditelaah kembali bahwa banyak faktor yang mempengaruhi adanya simbol itu sendiri yaitu :

– Faktor budaya

– Faktor psikologis

Sehingga meskipun pesan yang disampaikan sama tetapi bisa saja berbeda arti bilamana individu yang menerima atau receiver nya mempunyai kerangka berpikir berbeda begitu juga latar belakang budayanya. Simbol bukan hanya berbentuk kata atau tulisan, bahkan atribut yang kita kenakan juga merupakan simbol. Contohnya adalah seragam, seragam adalah suatu simbol yang dikenakan untuk menunjukkan status si penggunanya tanpa harus mengkomunikasikannya secara verbal, contohnya adalah seragam sekolah sebagai simbol seragam tersebut diibaratkan papan tulisan yang memiliki bacaan “Saya ini anak sekolah” atau bahkan baju yang identik dengan agama tertentu yang diibaratkan papan bertuliskan “Saya adalah seorang penganut agama ini, jadi perlakukanlah saya sebagai penganut agama ini.” Sedangkan dalam sisi psikologis dapat kita temukan beberapa orang yang mengenakan pakaian yang mencolok yang bertujuan untuk menarik perhatian orang-orang di sekitarnya, dan dapat diibaratkan seperti papan bertuliskan “Perhatikanlah aku, karena aku senang diperhatikan”

Berikut contoh komunikasi dengan non verbal atau dalam bentuk perilaku.

–  Menganggukan kepala yang berarti setuju,

–  Menggelengkan kepala yang berarti tidak setuju,

–  Melambaikan tangan kepada orang lain, yang berarti seseorang tersebut sedang

memanggilnya untuk datang kemari.

Namun berhati-hatilah dalam menggunakan komunikasi non-verbal karena tanda yang sama dapat memiliki arti yang berbeda di berbagai tempat, contohnya adalah tanda membuat lingkaran dengan telunjuk dan ibu jari sedangkan ketiga jari lainnya mengangkat. Di aAmerika dan Indonesia mungkin merupakan tanda “Ok” tapi jika anda gunakan di negara Prancis maka tanda ini memiliki arti yang menantang yaitu “Kamu itu nggak ada apa-apanya” dan yang paling parah adalah jika tanda ini digunakan di Tunisia maka arti dari tanda ini adalah “Saya akan membunuhmu”.

3.       Komunikasi sebagai sistem

Sistem sering kali didefinisikan sebagai suatu aktivitas dimana semua komponen atau untuk yang mendukungnya saling berinteraksi satu sama lain dalam menghasilkan luaran atau dengan kata lain seperangkat komponen yang bergantung artinya mengikuti permainan yang ada, sistem terbagi dua, yaitu :

– Sistem terbuka : dimana prosesnya terbuka dan pengaruh lingkungan yang ada

disekitarnya.

–  Sistem tertutup : prosesnya tertutup dari pengaruh luar (lingkungan).

Dari segi bentuknya ada sistem terbuka dan tertutup, yang mebedakan adalah pada sistem terbuka dimana dalam prosesnya terdapat pengaruh dari faktor lingkungan sekitarnya, dan dalam sistem tertutup prosesnya tidak terdapat pengaruh dari lingkungan luar. Contoh : Dua orang yang yang sedang mengobrol di satu ruangan tertutup, atau dapat dicontohkan dengan fasilitas private message atau private chat dimana memungkinkan komunikasi hanya terjadi hanya pada orang yang dikehendaki.(sistem tertutup)

Sekumpulan orang sedang mengobrol dan dimintai pendapat mengenai satu hal, pada beberapa orang pendapat mereka dapat terpengaruh pendapat orang disekitarnya apalagi jika suatu pendapat merupakan mayoritas, atau mungkin ia menyensor pendapatnya untuk menjaga perasaan anggota yang lain  (sistem terbuka)

Komunikasi sebagai sistem berarti memiliki komponen-komponen atau unsur yang saling berkaitan satu sama lain yaitu, pengirim, informasi, penerima, media, signal,dll. Apabila itu semua ada yang tidak berfungsi atau mengalami gangguan maka informasi atau komunikasi yang berjalan tidak akan berhasil sesuai harapan atau bahkan bisa terjadi. Karena keterikatan komponen antara satu dengan yang lainnya akan meng hasilkan feedback loops atau umpan balik dan hasilnya merupakan kerja sama dari semua komponen yang ada (synergic).

4.      Komunikasi sebagai transaksional

Komunikasi tidak pernah terjadi tanpa melibatkan orang lain, dalam proses yang demikian akan timbul action dan interaction diantara para pelaku komunikasi. Karena walaupun seberapa indah suara dan teraturnya kosa kata, atau seberapa cakapnya seseorang berekspresi atau menggunakan simbol jika tidak ada orang lain yang menangkap informasi maka tidak akan terjadi komunikasi.

5.       Komunikasi sebagai aktivitas sosial

Hubungan antar sesama manusia, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya atau untuk kepentingan aktualitas diri dalam membicarakan masalah-masalah politik, sosial, budaya, seni dan teknologi. Seperti yang saya bicarakan pada pembukaan topik ini, komunikasi adalah esensial bagi kelangsungan hidup manusia.

6.      Komunikasi sebagai multidimensional

Kalau komunikasi dilihat dari perspektif multidimensional ada 2 tingkatan yang dapat diidentifikasikan yakni dimensi isi (content dimension) dan dimesi hubungan (relationship dimension).

Dimensi isi : lebih menunjukkan pada kata, bahasa dan informasi yang dibawa pesan.

Dimensi hubungan : menunjukkan bagaimana proses komunikasi berinteraksi satu sama lain.

Asumsi dasar hubungan multidimensional adalah bahwa sumber tidak hanya mempengaruhi pesan, tetapi juga bisa mempengaruhi komponen yang lainnya.

Leadership

leadership-globe

Leaderhip atau kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi (Nurkolis, 2003). Dalam suatu organisasi kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123). Sedangkan menurut Robbins (2002:163) Kepemimpian adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan. Sedangkan menurut Ngalim Purwanto (1991:26) Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.

Dari pengertian diatas kepemimpinan mengandung beberapa unsur pokok antara lain:

1) kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau organisasi tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi,

2) di dalam kepemimpinan terjadi pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi bawahan oleh pemimpin, dan

3) adanya tujuan bersama yang harus dicapai.

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu.

Berikut adalah beberapa teori tentang kepemimpinan :

Teori X & Y (Douglas McGregor)

the-human-side-of-enterprise-annotated-ed theory_x_y

Teori X dan Teori Y adalah teori motivasi manusia diciptakan dan dikembangkan oleh Douglas McGregor di Sloan School of Management MIT pada tahun 1960 yang telah digunakan dalam manajemen sumber daya manusia, perilaku organisasi, komunikasi organisasi dan pengembangan organisasi.

Teori X

Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.

Teori Y

Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja.

Teori 4 Sistem (Rensis Likert)

Rensis Likert 1

Rensis Linkert dari Universitas Michighan mengembangkan model peniti penyambung (linking pin model) yang menggambarkan struktur organisasi. Menurut Luthans (1973) struktur peniti penyambung ini cenderung menekankan dan memudahkan apa yang seharusnya terjadi dalam struktur klasik yang birokratik. Ciri organisasi berstruktur peniti penyambung adalah lambatnya tindakan kelompok, hal ini harus diimbangi dengan memanfaatkan partisipasi yang positif.

Bila seseorang memperhatikan dan memelihara pekerjanya dengan baik maka operasional organisasi akan membaik.

Fungsi-fungsi manajemen berlangsung dalam empat sistem:

1.            Sistem Pertama: Sistem yang penuh tekanan dan otoriter dimana segala sesuatu diperintahkan dengan tangan besi dan tidak memerlukan umpan balik. Atasan tidak memiliki kepercayaan terhadap bawahan dan bawahan tidak memiliki kewenangan untuk mendiskusikan pekerjaannya dengan atasan. Akibat dari konsep ini adalah ketakutan, ancaman dan hukuman jika tidak selesai. Proses komunikasi lebih banyak dari atas kebawah.

2.            Sistem Kedua: Sistem yang lebih lunak dan otoriter dimana manajer lebih sensitif terhadap kebutuhan karyawan. Manajemen berkenan untuk percaya pada bawahan dalam hubungan atasan dan bawahan, keputusan ada di atas namun ada kesempatan bagi bawahan untuk turut memberikan masukan atas keputusan itu tetap ada.

3.            Sistem Ketiga: Sistem konsultatif dimana pimpinan mencari masukan dari karyawan. Disini karyawan bebas berhubungan dan berdiskusi dengan atasan dan interaksi antara pimpinan dan karyawan nyata. Keputusan di tangan atasan, namun karyawan memiliki andil dalam keputusan tersebut.

4.            Sistem Keempat: Sistem partisipan dimana pekerja berpartisipasi aktif dalam membuat keputusan. Disini manajemen percaya sepenuhnya pada bawahan dan mereka dapat membuat keputusan. Alur informasi keatas, kebawah, dan menyilang. Komunikasi kebawah pada umumnya diterima, jika tidak dapat dipastikan dan diperbolehkan ada diskusi antara karyawan dan manajer. Interaksi dalam sistem terbangun, komunikasi keatas umumnya akurat dan manajer menanggapi umpan balik dengan tulus. Motivasi kerja dikembangkan dengan partisipasi yang kuat dalam pengambilan keputusan, penetapan goal setting (tujuan) dan penilaian .

Teori empat sistem ini menarik karena dengan penekanan pada perencanaan dan pengendalian teori ini menjadi landasan baik untuk teori posisional dan teori hubungan antar pribadi.

Teori Kepemimpinan Pola Pilihan (Tannenbaum & Scmidt)

continuum-of-leadership-behavior

Tujuh “pola kepemimpinan” yang diidentifikasi oleh Tannenbaum dan Schmidt.

Kepemimpinan Pola 1: “Pemimpin mengizinkan bawahan memilih fungsi dalam batas-batas yang ditentukan oleh superior.”

Contoh: Pemimpin memungkinkan anggota tim untuk memutuskan kapan dan seberapa sering untuk bertemu.

Kepemimpinan Pola 2: “Pemimpin mendefinisikan batas-batas, dan meminta kelompok untuk membuat keputusan.”

Contoh: Pemimpin mengatakan bahwa anggota tim harus memenuhi setidaknya sekali seminggu, tetapi tim bisa memutuskan yang mana merupakan hari yang terbaik.

Kepemimpinan Pola 3: “Pemimpin menyajikan masalah, kelompok dapat memberikan saran, dan pemimpin membuat keputusan.”

Contoh: Pemimpin meminta tim untuk menyarankan hari-hari baik untuk bertemu, maka pemimpin memutuskan hari apa tim akan bertemu.

Kepemimpinan Pola 4: “Pemimpin tentatif menyajikan keputusan untuk kelompok. Keputusan dapat berubah oleh kelompok.”

Contoh: Pemimpin kelompok bertanya apakah hari Rabu akan menjadi hari yang baik untuk bertemu. Tim menyarankan hari-hari lain yang mungkin lebih baik.

Kepemimpinan Pola 5: “Pemimpin menyajikan ide-ide dan mengundang pertanyaan.”

Contoh: Pemimpin tim mengatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk mengadakan pertemuan timpada hari Rabu. Pemimpin kemudian meminta kelompok jika mereka memiliki pertanyaan.

Kepemimpinan Pola 6: “Pemimpin membuat keputusan kemudian meyakinkan kelompok bahwa keputusan yang dibuatnya adalah benar.”

Contoh: Pemimpin mengatakan kepada anggota tim bahwa mereka akan bertemu pada hari Rabu. Pemimpin kemudian meyakinkan anggota tim bahwa Rabu adalah hari-hari terbaik untuk bertemu.

Kepemimpinan Pola 7: “Para pemimpin membuat keputusan dan mengumumkan ke grup.”

Contoh: Pemimpin memutuskan bahwa tim akan bertemu pada hari Rabu suka tidak suka, dan mengatakan berita itu kepada tim.

Sumber Artikel :

Mulyana, Deddy Prof. Imu Komunikasi Suatu Pengantar. PT Remaja Rosdakarya. 2007

Rochmawati, Lusa. 2009. Faktor yang mempengaruhi komunikasi

Nurkolis. 2003, Manajeman Berbasis Sekolah: Teori, Model dan Aplikasi, Grasindo

Purwanto, M. Ngalim. 1991. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Robbins, Stephen P. 2002. Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. Jakarta: Erlangga.Thoha, Miftah. 1983. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers

McGregor, D. (1960). The Human Side of Enterprise, New York

Corry, Andi Ph.D. Modul Kuliah Teori Komunikasi, pertemuan ke-4: Teori Kontekstual dan Perspektif dalam Ilmu Komunikasi. Universitas Mercubuana.

Sendjaja, S Djuarsa. Ph.D., Teori Komunikasi. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka

Gambar dapat ditemukan di :

http://adalgalileo.global2.vic.edu.au/2012/02/15/my-goals/friends-talking-over-coffee-2/

http://blog.ted.com/2012/11/12/10-talks-about-the-beauty-and-difficulty-of-being-creative/

http://www.monsterthinking.com/2011/09/20/the-evolution-of-management-leadership-and-the-new-world-of-work/

http://fptlibrary.wordpress.com/subject-guides/it-software/enterprise-resource-planning-erp-se0202se0204/

http://vectorstudy.com/management-theories/theory-x-and-y

http://www.historiadaadministracao.com.br/jl/gurus/71-rensis-likert

http://blog.readytomanage.com/are-leaders-born-or-made/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: