Posted by: Albi Samjaya | January 19, 2014

Psikologi Manajemen – Rangkuman Materi

Komunikasi

Komunikasi menurut KBBI adalah sebagai berikut, (1) pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yg dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak; (2) perhubungan

Komunikasi atau communicaton berasal dari bahasa Latin communis yang berarti ‘sama’, Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama (make to common), Sedangkan manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman (Mulyana,2007)

Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah pengirim, pesan, saluran, penerima, umpan balik, dan protocol.

Faktor yang mempengaruhi komunikasi diantaranya (Rochmawati,2009) : latar belakang budaya, ikatan kelompok atau grup, harapan, pendidikan, dan situasi.

Dimensi Komunikasi

1.  Komunikasi sebagai proses

Jika komunikasi dipandang sebagai proses, komunikasi yang dimaksud adalah suatu kegiatan yang berlangsung secara dinamis.

2.  Komunikasi sebagai simbolik

Simbol dapat dinyatakan dalam bentuk bahasa lisan atau tertulis (Verbal) maupun melalui isyarat – isyarat tertentu (non- Verbal). Faktor yang mempengaruhi adanya simbol itu sendiri yaitu :

– Faktor budaya

– Faktor psikologis

3.  Komunikasi sebagai sistem

Sistem terbagi dua, yaitu :

– Sistem terbuka : dimana prosesnya terbuka dan pengaruh lingkungan yang ada

disekitarnya.

–  Sistem tertutup : prosesnya tertutup dari pengaruh luar (lingkungan).

Komunikasi sebagai sistem berarti memiliki komponen-komponen atau unsur yang saling berkaitan satu sama lain yaitu, pengirim, informasi, penerima, media, signal,dll.

4. Komunikasi sebagai transaksional

Komunikasi tidak pernah terjadi tanpa melibatkan orang lain, dalam proses yang demikian akan timbul action dan interaction diantara para pelaku komunikasi.

5.  Komunikasi sebagai aktivitas sosial

Hubungan antar sesama manusia, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya atau untuk kepentingan aktualitas diri dalam membicarakan masalah-masalah politik, sosial, budaya, seni dan teknologi.

6.  Komunikasi sebagai multidimensional

Kalau komunikasi dilihat dari perspektif multidimensional ada 2 tingkatan yang dapat diidentifikasikan yakni dimensi isi (content dimension) dan dimesi hubungan (relationship dimension).

Dimensi isi : lebih menunjukkan pada kata, bahasa dan informasi yang dibawa pesan.

Dimensi hubungan : menunjukkan bagaimana proses komunikasi berinteraksi satu sama lain.

Leadership

Leaderhip atau kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi (Nurkolis, 2003). Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123). Sedangkan menurut Robbins (2002:163) Kepemimpian adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan.

Dari pengertian diatas kepemimpinan mengandung beberapa unsur pokok antara lain:

1) kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau organisasi tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi,

2) di dalam kepemimpinan terjadi pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi bawahan oleh pemimpin, dan

3) adanya tujuan bersama yang harus dicapai.

Berikut adalah beberapa teori tentang kepemimpinan :

Teori X & Y (Douglas McGregor)

Teori X dan Teori Y adalah teori motivasi manusia diciptakan dan dikembangkan oleh Douglas McGregor di Sloan School of Management MIT pada tahun 1960 yang telah digunakan dalam manajemen sumber daya manusia, perilaku organisasi, komunikasi organisasi dan pengembangan organisasi.

Teori X

Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Teori Y

Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya.

Teori 4 Sistem (Rensis Likert)

Rensis Linkert dari Universitas Michighan mengembangkan model peniti penyambung (linking pin model) yang menggambarkan struktur organisasi.

Fungsi-fungsi manajemen berlangsung dalam empat sistem:

1. Sistem Pertama: Sistem yang penuh tekanan dan otoriter dimana segala sesuatu diperintahkan dengan tangan besi dan tidak memerlukan umpan balik.

2.  Sistem Kedua: Sistem yang lebih lunak dan otoriter dimana manajer lebih sensitif terhadap kebutuhan karyawan.

3.  Sistem Ketiga: Sistem konsultatif dimana pimpinan mencari masukan dari karyawan.

4. Sistem Keempat: Sistem partisipan dimana pekerja berpartisipasi aktif dalam membuat keputusan.

Teori Kepemimpinan Pola Pilihan (Tannenbaum & Scmidt)

Tujuh “pola kepemimpinan” yang diidentifikasi oleh Tannenbaum dan Schmidt.

Kepemimpinan Pola 1: “Pemimpin mengizinkan bawahan memilih fungsi dalam batas-batas yang ditentukan oleh superior.”

Kepemimpinan Pola 2: “Pemimpin mendefinisikan batas-batas, dan meminta kelompok untuk membuat keputusan.”

Kepemimpinan Pola 3: “Pemimpin menyajikan masalah, kelompok dapat memberikan saran, dan pemimpin membuat keputusan.”

Kepemimpinan Pola 4: “Pemimpin tentatif menyajikan keputusan untuk kelompok. Keputusan dapat berubah oleh kelompok.”

Kepemimpinan Pola 5: “Pemimpin menyajikan ide-ide dan mengundang pertanyaan.”

Kepemimpinan Pola 6: “Pemimpin membuat keputusan kemudian meyakinkan kelompok bahwa keputusan yang dibuatnya adalah benar.”

Kepemimpinan Pola 7: “Para pemimpin membuat keputusan dan mengumumkan ke grup.”

 

Motivasi

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan. Motivasi telah terbukti memiliki akar di daerah fisiologis, perilaku, kognitif, dan sosial. Motivasi dapat berakar pada dorongan dasar untuk mengoptimalkan kesejahteraan, meminimalkan rasa sakit, dan memaksimalkan kesenangan.

Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang.

Teori Drive & Reinforcement (Dorongan dan Penguatan)

Drive ini diperkirakan berasal dari dalam diri individu dan tidak memerlukan rangsangan eksternal untuk mendorong perilaku. Dorongan dasar dapat dipicu oleh kekurangan seperti lapar, yang memotivasi seseorang untuk mencari makanan, sedangkan dorongan yang lebih substil mungkin keinginan untuk pujian dan persetujuan yang memotivasi seseorang untuk berperilaku menyenangkan kepada orang lain.

Teori penguatan adalah teori di mana perilaku merupakan sebuah fungsi dari konsekuensi-konsekuensinya jadi teori tersebut mengabaikan keadaan batin individu dan hanya terpusat pada apa yang terjadi pada seseorang ketika ia melakukan tindakan. Penguatan dapat berupa sebuah hadiah, berwujud atau tidak berwujud, disajikan setelah terjadinya suatu tindakan (perilaku) dengan tujuan memunculkan kembali perilaku yang sama. Steven Kerr mencatat bahwa saat membuat sistem penghargaan, penghargaan yang dapat diterima satu subjek belum tentu bisa diterima subjek lain bahkan sebaliknya dapat memunculkan efek yang dapat membahayakan tujuan anda.


Teori Harapan

Mengacu pada pendapat Victor Vroom, Cut Zurnali (2004)mengemukakan bahwa harapan adalah adanya kekuatan dari kecenderungan untuk bekerja secara benar tergantung pada kekuatan dari pengharapan bahwa kerja akan diikuti dengan pemberian jaminan, fasilitas dan lingkungan atau outcome yang menarik. RL. Kahn dan NC Morce (1951: 264) secara singkat mengemukakan pendapat mereka tentang harapan, yakni harapan adalah kemungkinan bahwa dengan perbuatan akan mencapai tujuan.

Dengan merumuskan beberapa pendapat para ahli, Cut Zurnali (2004) menyatakan bahwa terdapat dua sumber besar yang dapat mempengaruhi kelakuan individu, yaitu : sumber-sumber harapan yang berkenaan dengan peranannya antara lain, tuntutan formal dari pihak pekerjaan yang terperinci dalam tugas yang seharusnya dilakukan. Dan tuntutan informal yang dituntut oleh kelompok-kelompok yang ditemui individu dalam lingkungan kerja. Di samping itu, menurut Wiliam G Scott (1962: 105), tambahan, seperti yang bisa diantisipasi, kelompok itu sendiri dapat diharapkan untuk berinteraksi, mempengaruhi harapan orang lain. Selanjutnya Vroom yang secara khusus memformulasikan teori harapan mengajukan 3 (tiga) konsep konsep dasar, yaitu : (1) Valence atau kadar keinginan seseorang; (2) Instrumentality atau alat perantara; (3) Expectacy atau keyakinan untuk mewujudkan keinginan itu sendiri (Gary Dessler, 1983: 66).

Teori Tujuan

Teori penentuan tujuan adalah teori yang mengemukakan bahwa niat untuk mencapai tujuan merupakan sumber motivasi kerja yang utama. Artinya, tujuan memberitahu seorang karyawan apa yang harus dilakukan dan berapa banyak usaha yang harus dikeluarkan.

Teori penetapan tujuan didasarkan pada gagasan bahwa individu terkadang memiliki dorongan untuk mencapai keadaan akhir yang jelas . Seringkali , keadaan tujuan ini adalah hadiah itu sendiri. Efisiensi tujuan ini dipengaruhi oleh tiga fitur : kedekatan, kesulitan, dan spesifisitas. Penetapan tujuan yang baik menggabungkan kriteria SMART , di mana tujuan adalah: Spesifik (Specific), Terukur(Measurable), Akurat(Accurate), Realistis(Realistic), dan Tepat waktu(Timely). Sebuah tujuan yang ideal harus menyajikan situasi di mana waktu antara inisiasi perilaku dan keadaan akhirnya adalah dekat. Sebuah sasaran harus moderat, tidak terlalu keras atau terlalu mudah untuk diselesaikan. Kebanyakan orang tidak termotivasi secara optimal , karena kebanyakan orang ingin tantangan (yang mengasumsikan beberapa bentuk ketidakamanan keberhasilan).

Teori Kebutuhan Maslow

Teori motivasi yang paling terkenal adalah hierarki teori kebutuhan milik Abraham Maslow. Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitu :
1) Fisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya)
2) Rasa Aman (rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional)
3) Sosial (rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan)
4) Penghargaan (faktor penghargaan internal dan eksternal)
5) Aktualisasi Diri (pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri)

Controlling : Fungsi Manajemen

Pengendalian (kontrol) adalah salah satu fungsi manajerial seperti perencanaan, pengorganisasian, pengaturan staff, dan mengarahkan. Mengendalikan merupakan fungsi penting karena membantu untuk memeriksa kesalahan dan mengambil tindakan korektif sehingga meminimalkan penyimpangan dari standar dan mengatakan bahwa tujuan organisasi telah tercapai dengan cara yang baik. Kontrol dalam manajemen berarti menetapkan standar, mengukur kinerja aktual dan mengambil tindakan korektif.

Definisi

Pada tahun 1916, Henri Fayol merumuskan salah satu definisi pertama kontrol karena berkaitan dengan manajemen :

Pengendalian suatu usaha terdiri dari melihat bahwa segala sesuatu yang sedang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah diadopsi, perintah yang telah diberikan, dan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. Adalah penting untuk mengetahui kesalahan agar mereka dapat diperbaiki dan dicegah dari berulang.

Menurut EFL Breach :

Pengendalian adalah perbandingan kinerja saat ini terhadap standar yang telah ditentukan yang terkandung dalam rencana, dengan maksud untuk memastikan kemajuan yang memadai dan kinerja yang memuaskan.

Menurut Harold Koontz :

Pengendalian adalah pengukuran dan koreksi kinerja dalam rangka untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan perusahaan dan rencana yang dirancang untuk mencapainya tercapai.

Menurut Stafford Beer :

Manajemen adalah profesi tentang kontrol.

Robert J. Mockler menyajikan definisi yang lebih komprehensif dari kontrol manajerial :

Kontrol manajemen dapat didefinisikan sebagai upaya sistematis oleh manajemen bisnis untuk membandingkan kinerja dengan standar yang telah ditentukan, rencana, atau tujuan untuk menentukan apakah kinerja sejalan dengan standar tersebut dan mungkin untuk mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk melihat bahwa manusia dan sumber daya perusahaan lainnya yang digunakan dengan cara yang paling efektif dan efisien mungkin dalam mencapai tujuan perusahaan.

Dari definisi tersebut dapat dinyatakan bahwa ada hubungan yang erat antara perencanaan dan pengendalian. Perencanaan adalah suatu proses dimana tujuan organisasi dan metode untuk mencapai tujuan ditetapkan dan pengendalian adalah proses yang mengukur dan mengarahkan kinerja aktual kepada tujuan yang direncanakan organisasi.

Empat elemen dasar dalam sistem kontrol :

  1.     Karakteristik atau kondisi yang akan dikontrol
  2.     Sensor
  3.     Komparator
  4.     Aktivator

terjadi dalam urutan yang sama dan menjaga hubungan yang konsisten satu sama lain dalam setiap sistem.

Karakteristik

  •     Pengendalian merupakan proses yang berkesinambungan
  •     Pengendalian adalah proses manajemen
  •     Pengendalian tertanam di setiap tingkat hirarki organisasi
  •     Pengendalian bersifat memandang kedepan
  •     Pengendalian terkait erat dengan perencanaan
  •     Pengendalian adalah alat untuk mencapai kegiatan organisasi
  •     Pengendalian merupakan proses akhir
  •     Pengendalian membandingkan kinerja aktual dengan kinerja yang direncanakan

Proses

  1.     Menetapkan standar kinerja
  2.     Pengukuran kinerja aktual
  3.     Membandingkan kinerja aktual dengan standar

Jenis

Kontrol dapat dikelompokkan berdasarkan tiga klasifikasi umum :

  •     Sifat arus informasi yang dirancang ke dalam sistem (kontrol berulang terbuka atau tertutup)
  •     Jenis komponen yang termasuk dalam desain (Sistem kontrol manusia atau mesin)
  •     Hubungan kontrol dengan proses pengambilan keputusan (kontrol organisasi atau operasional )


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: