Posted by: Albi Samjaya | April 6, 2014

Psikoterapi

6a010537101528970b0134855e10d4970c
Psikoterapi adalah aplikasi sistematis dari metode yang didefinisikan dalam pengobatan penderitaan psikis dan keluhan psikosomatis termasuk juga krisis kehidupan dari berbagai sumber. Dasar dari pengobatan adalah hubungan psikoterapis ke pasien, atau dalam pengaturan non-klinis pada klien. Kelompok sasaran untuk psikoterapi termasuk orang-orang dengan masalah emosional, tetapi juga orang-orang yang ingin mengembangkan kemungkinan mereka untuk tindakan sosial dan “batin”. Psikoterapi demikian juga di banyak kasus dapat bersifat pencegahan (Pritz, Alfred(dalam Young)

Definisi Psikoterapi menurut EAP 2009 : ( 1 ) Pelaksanaan psikoterapi harus bermaksud komprehensif dan pengobatan terencana atau intervensi terapeutik atas dasar pelatihan umum dan khusus gangguan perilaku dan kondisi gangguan, atau kebutuhan perkembangan pribadi yang lebih luas, terhubung dengan psikososial dan faktor serta penyebab psikosomatik, melalui metode psikoterapi ilmiah, dalam interaksi antara satu atau beberapa orang yang dirawat, dan satu atau beberapa psikoterapis , dengan tujuan mitigasi atau menghilangkan gejala-gejala yang ditetapkan, untuk mengubah pola perilaku dan sikap yang terganggu, dan untuk mempromosikan proses pendewasaan, pengembangan, kewarasan dan kesejahteraan dalam pribadi pasien. ( 2 ) Pelaksanaan psikoterapi independen terdiri dari implementasi praktis, dalam tanggung jawab terapis , pada kegiatan yang dijelaskan dalam ayat 1 , terlepas dari apakah kegiatan itu dilakukan dengan dasar wiraswasta atau dalam rangka hubungan kerja . (EAP, dalam Young)

Tujuan Psikoterapi

Dibawah ini beberapa tujuan psikoterapi dengan beberapa pendekatan :

Psikodinamik
Psikoterapi dengan pendekatan ini adalah membuat sesuatu yang tidak disadari klien menjadi sesuatu yang disadari. Rekontruksi kepribadiannya dilakukan terhadap kejadian-kejadian yang sudah dialami klien dan menyusun sintesis yang baru dari konflik-konflik yang lama.

Psikoanalis
Psikoterapi dengan pendekatan ini bertujuan membantu klien dalam menghidupkan kembali pengalaman-pengalaman yang sudah lewat dan bekerja melalui konflik-konflik yang diproses melalui pemahaman intelektual.
Pendekatan Self-Centered
Psikoterapi dengan pendekatan ini adalah untuk memberikan suasana aman dan bebas agar klien mengeksplorasi diri dengan nyaman sehingga ia bisa mengenali hal-hal yang mencegah pertumbuhannya dan bisa memahami aspek-aspek pada dirinya yang sebelumnya tertolak atau terhambat. Untuk memungkinkannya berkembang kearah keterbukaan, memperkuat kepercayaan diri, kemauan melakukan sesuatu, meningkatkan spontanitas dan kesegaran dalam hidupnya.

Terapi Eksistensialistik
Membantu seseorang mengetahui bahwa ia punya kebebasan (kekuatan untuk memilih dan menentukan jalanya kehidupan) dan menyadari akan kemungkinan-kemungkinan yang dimiliki. Untuk merangsang mereka mengenali bahwa mereka bertanggung jawab terhadap kejadian-kejadian yang mereka pikir terjadi pada mereka sebelumnya dan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang menghambat kebebasan.
Terapi Perilaku
Menghilangkan perilaku maladaptif dan lebih banyak mempelajari perilaku yang efektif. Memusatkan pada faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku dan mencari apa yang dapat dilakukan terhadap perilaku yang menjadi masalah. Klien berperan aktif dalam menyusun tujuan terapi dan menilai bagaimana tujuan-tujuan ini bisa tercapai.
Kognitif-Behavioristik dan Rasional-Emotif
Menghilangkan cara memandang dalam kehidupan pasien yang menyalahkan diri sendiri dan membantunya memperoleh pandangan dalam hidup secara lebih rasional dan toleran. Untuk membantu pasien mempergunakan metode yang lebih ilmiah untuk memecahkan masalah emosi dan perilaku dalam kehidupan selanjutnya.

Terapi Gestalt

Tujuan psikoterapi jenis ini ialah membantu klien memperoleh pemahaman mengenai saat-saat dari pengalamannya. Untuk merangsang menerima tanggung jawab dari dorongan yang ada di dunia didalam dirinya yang bertentangan dengan ketergantungannya terhadap dorongan-dorongan dari luar.

Terapi Realitas

Untuk membantu seseorang untuk lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Merangsang untuk menilai apa yang sedang dilakukan dan memeriksa seberapa jauh tindakannya berhasil.

Unsur-unsur Psikoterapi

1. Peran Sosial (martabat)
2. Hubungan Psikoterapeutik
3. Psikoterapi sebagai kesempatan untuk belajar kembali
4. Motivasi, kepercayaan dan harapan
5. Hak
6. Retrospeksi
7. Reduksi
8. Rehabilitasi

Perbedaan Psikoterapi dan Konseling
((McLeod),dalam Richardson,Sheean , dan Bambling 2009) mengakui banyak definisi dan pemahaman yang berbeda terhadap istilah ‘psikoterapi ‘ dan ‘konseling’ dari yang memandang psikoterapi dan konseling sama, hingga yang memandang konseling sebagai ‘mitra junior psikoterapi. Dari kedua perspektif, konselor menerima pelatihan yang lebih pendek daripada psikoterapis, dan bekerja dengan klien atau pasien dengan masalah yang tidak terlalu parah.'(Richardson,Sheean,dan Bambling, 2009)
((PACFA), dalam Richardson, Sheean, dan Bambling, 2009) menyatakan bahwa ‘Praktisi konseling dan psikoterapi bekerja sama dengan klien untuk mengembangkan tanggapan terhadap keadaan hidup yang sulit’ (paragraf. 4). Mereka bersugesti bahwa ‘saat konseling dan psikoterapi dilihat sebagai sebuah kontinum, mungkin juga terdapat ketumpang-tindihan. Konseling biasanya membahas isu-isu atau masalah tertentu bagi seorang individu, pasangan atau keluarga sedangkan psikoterapi umumnya sebagai proses jangka panjang yang berfokus pada diri baik sadar maupun bawah sadar.”
Menurut Graham Music, Associate Clinical Director of the Child and Family Department at The Tavistock Clinic, pelatihan konseling berlangsung selama tiga tahun dan menghasilkan kualifikasi tingkat master, sedangkan di psikoterapi membutuhkan tingkat kualifikasi master untuk masuk, berlangsung hingga tujuh atau delapan tahun, termasuk masa pra-klinis dan menghasilkan tingkat doktor.’ (Pointon, dalam Richardson, Sheean, dan Bambling, 2009)
Pedoman pelatihan yang ditawarkan oleh PACFA (2009) menetapkan minimum kebutuhan program pelatihan sebagai : a) ‘ kualifikasi pascasarjana dua tahun melibatkan 200 jam psikoterapi individu ke individu dan/atau konseling pelatihan, dan 50 jam pengawasan yang berkaitan dengan 200 jam kontak klien. Minimal dari 10 jam pengawasan yang berkaitan dengan 40 jam kontak klien harus diambil dari program pelatihan’ , atau b ) ‘ sarjana tiga tahun kualifikasi yang melibatkan 350 jam pelatihan individu ke individu dalam konseling dan / atau psikoterapi dan 50 jam pengawasan yang berkaitan dengan 200 jam kontak klien. Minimal 10 jam pengawasan berkaitan dengan 40 jam kontak klien harus telah terjadi dalam program pelatihan.’ (PAFCA, dalam Richardson, Sheean,dan Bambling)

Pendekatan Psikoterapi Terhadap Mental Illness
Berikut merupakan beberapa pendekatan psikoterapi terhadap mental illness, yaitu :
Biologis
Meliputi keadaan mental organik, penyakit afektif, psikosis dan penyalahgunaan zat.

Psikologis
Meliputi suatu peristiwa penyebab dan efeknya terhadap fungsi yang buruk, sekuel pasca trauma, kesedihan yang tak terselesaikan, krisis perkembangan, gangguan pikiran dan respon emosional penuh stres yang ditimbulkan. Selain itu pendekatan ini juga meliputi pengaruh sosial, ketidakmampuan individu berinteraksi dengan lingkungan dan hambatan pertumbuhan sepanjang hidup individu.

Sosiologis
Meliputi kesukaran pada sistem dukungan sosial, makna sosial atau budaya dari gejala dan masalah keluarga. Dalam pendekatan ini harus mempertimbangkan pengaruh proses-proses sosialisasi yang berlatar belakangkan kondisi sosial budaya tertentu.

Filosofis
Meliputi kepercayaan terhadap martabat dan harga diri sesorang dan kebebasan diri seseorang untuk menentukan nilai dan keinginannya. Dalam pendekatan ini dasar filsafatnya tetap ada, yakni menghargai sistem nilai yang dimiliki oleh klien, sehingga tidak ada istilah keharusan atau pemaksaan.

Lebih spesifiknya menurut pendekatan psikologis terdapat beberapa bagian lagi yaitu :
Psikoanalisa
Pendekatan ini fokus pada mengubah masalah perilaku, perasaan dan pikiran dengan cara memahami akar masalah yang biasanya tersembunyi di pikiran bawah sadar. Gangguan psikologis mencerminkan adanya masalah di bawah sadar yang belum terselesaikan. Untuk itu, klien perlu menggali bawah sadarnya untuk mendapatkan solusi. Dengan memahami masalah yang dialami, maka seseorang bisa mengatasi segala masalahnya melalui “insight” (pemahaman pribadi).
Beberapa metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan psikodinamik adalah: Ego State Therapy, Part Therapy, Trance Psychotherapy, Free Association, Dream Analysis, Automatic Writing, Ventilation, Catharsis dan lain sebagainya.

Behavior Therapy
Pendekatan terapi perilaku (behavior therapy) berfokus pada hukum pembelajaran. Bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh proses belajar sepanjang hidup. Inti dari pendekatan behavior therapy adalah manusia bertindak secara otomatis karena membentuk asosiasi (hubungan sebab-akibat atau aksi-reaksi).
Berbagai metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan behavior therapy adalah Exposure and Respon Prevention (ERP), Systematic Desensitization, Behavior Modification, Flooding, Operant Conditioning, Observational Learning, Contingency Management, Matching Law, Habit Reversal Training (HRT) dan lain sebagainya.

Cognitive Therapy

Terapi Kognitif (Cognitive Therapy) punya konsep bahwa perilaku manusia itu dipengaruhi oleh pikirannya. Oleh karena itu, pendekatan Cognitive Therapy lebih fokus pada memodifikasi pola pikiran untuk bisa mengubah perilaku. Pandangan Cognitive Therapy adalah bahwa disfungsi pikiran menyebabkan disfungsi perasaan dan disfungsi perilaku.
Tujuan utama dalam pendekatan cognitive adalah mengubah pola pikir dengan cara meningkatkan kesadaran dan berpikir rasional. Beberapa metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan Cognitive adalah Collaborative Empiricism, Guided Discovery, Socratic Questioning, Neurolinguistic Programming, Rational Emotive Therapy (RET), Cognitive Shifting. Cognitive Analytic Therapy (CAT) dan sebagainya.

Humanistic Therapy
Pendekatan Terapi Humanistik menganggap bahwa setiap manusia itu unik dan setiap manusia sebenarnya mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Setiap manusia dengan keunikannya bebas menentukan pilihan hidupnya sendiri. Oleh karena itu, dalam terapi humanistik, seorang psikoterapis berperan sebagai fasilitator perubahan saja, bukan mengarahkan perubahan. Psikoterapis tidak mencoba untuk mempengaruhi klien, melainkan memberi kesempatan klien untuk memunculkan kesadaran dan berubah atas dasar kesadarannya sendiri.
Metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan humanistik adalah Gestalt Therapy, Client Cantered Psychotherapy, Depth Therapy, Sensitivity Training, Family Therapies, Transpersonal Psychotherapy dan Existential Psychotherapy.

Integrative / Holistic Therapy
Yaitu suatu psikoterapi gabungan yang bertujuan untuk menyembuhkan mental seseorang secara keseluruhan.

Bentuk Terapi
Terapi Psikoanalisis
Teknik ini menekankan fungsi pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dan agresif dari Id, serta teknik yang dilakukan dengan cara menggali permasalahan atau pengalaman di masa lalu dan dorongan yang idak disadari.

Terapi Humanistik
Terapi dengan menggunakan pendekatan fenomologi kepribadian yang membantu individu menyadari diri sesungguhnya.

Person Centered Therapy
Teknik yang terpusat pada pribadi dengan memberikan suasana aman, bebas agar klien mengeksplorasi dengan nyaman.

Terapi Logo
Bentuk penyembuhan melalui penemuan-penemuan makna dan pengembangan makna hidup, lebih dikenal dengan therapy through meaning.

Analisis Transaksional
Teknik ini dilakukan bahwa setiap transaksi dianalisis, klien nampaknya menggelakkan tanggung jawab yang diarahkan untuk mau menerima tanggung jawab pada dirinya sehingga klien dapat menyeimbangkan Egogramnya serta melakukan introspeksi terhadap games yang dijalaninya.

Rational Emotive Therapy
Teknik pada terapi ini dengan melakukan disputing intervention(meragukan atau membantah) terhadap keyakinan dan pemikiran yang tidak rasional agar berubah pada keyakinan, pemikiran dan falsafah rasional yang baru, sehingga lahir perangkat perasaan yang baru, dengan demikian kita tidak akan merasa tertekan, melainkan kita akan merasakan segala sesuatu sesuai dengan situasi yang ada.

Terapi Perilaku
Teknik ini menggunakan prinsip belajar untuk memodifikasi perilaku individu.
Terapi Kelompok dan Terapi Keluarga
Teknik ini memberikan kesempatan bagi individu untuk menggali sikap dan perilakunya dalam interaksi dengan orang lain yang memiliki masalah serupa.

Hipnoterapi
Hipnoterapi adalah terapi yang dilakukan dengan subjek dalam pengaruh hipnosis. Hipnoterapi sering diterapkan dalam rangka untuk mengubah perilaku subjek, konten emosional, dan sikap, serta berbagai kondisi termasuk kebiasaan disfungsional, kecemasan, penyakit yang berhubungan dengan stres, manajemen rasa sakit, dan pengembangan pribadi.

Sumber :
Young, C.,Twenty Different Definitions of European Psychotherapy
Richardson, J., Sheean, L., Bambling, M., (2006), Becoming a psychotherapist or counselor : A survey of psychotherapy, and counseling trainers.
Singgih D. Gunarsa. (2004). Konseling dan Psikoterapi .Jakarta: PT. BPK. Gunung Mulia.
Corey, Gerald. (2009). Konseling dan Psikoterapi. PT Refika Aditama
Chaplin, J. P. 2006. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta : RajaGrafindo Persada
Wirawan Sarwono, Sarlito. 2009. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta : Rajawali Pers
Johnson, David L.; Karkut, Richard T. (1994). “Performance by gender in a stop-smoking program combining hypnosis and aversion

Gambar dari :
psychotherapybrownbag.com/psychotherapy_brown_bag_a/2010/07/treating-the-soul-thats-not-psychotherapy


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: